Daftar Referensi Internasional Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi

Sumber: ijntr.com

Sumber: ijntr.com

Sebagai pustakawan, profesional informasi, praktisi bidang perpustakaan, akademisi dan pegiat perpustakaan, suatu ketika kita akan butuh referensi terkait dengan artikel kepustakawan dan informasi. Entah itu untuk referensi kuliah, kebijakan atau sebatas mengikuti tren perkembangan bidang perpustakaan. Ya, kita harus selalu up-to-date dong tentunya sama bidang kelimuan kita agar arah perkembangan wawasan dan kebijakan bisa selaras dengan tren positif yang bergulir di dunia. Meskipun, di Indonesia kita juga harus memperhatikan tingkat kebutuhan dan persepsi lokal dalam mengembangan perpustakaan dan dunia kepustakawanan. Yap, intinya sih kayak pepatah yang sering kita dengar atau baca, think globally-act locally.

Nah, berikut beberapa link terkait bidang ilmu perpustakaan dan informasi yang bisa dijadikan referensi keilmuan kita. Semoga bermanfaat. Continue reading

Popularitas Perpustakaan Semakin Pudar Dilibas Digital

Oleh: Dwi Erianto

Kompas.com

Jajak pendapat Kompas tentang perpustakaan. | Sumber: Kompas.com

Jajak pendapat Kompas tentang perpustakaan. | Sumber: Kompas.com

Perkembangan teknologi semakin memberi kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses informasi. Sumber ilmu pengetahuan yang pada masa lalu berada di ruang-ruang perpustakaan, kini berada dalam genggaman gawai. Internet menjadi jalan pintas bagi publik untuk mengonsumsi informasi. Popularitas perpustakaan di tengah masyarakat semakin pudar.

Selama beberapa tahun terakhir, minat masyarakat untuk mengunjungi perpustakaan terus turun. Hal itu setidaknya tampak dari merosotnya jumlah kunjungan masyarakat ke Perpustakaan Nasional selama lima tahun terakhir.

Perpustakaan terbesar dan memiliki koleksi paling lengkap di Indonesia itu rata-rata hanya dikunjungi 403.000 orang per tahun. Kondisi ini jauh di bawah negara Singapura. Di negara tetangga yang jumlah penduduk jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan Indonesia itu, Perpustakaan Nasional-nya dikunjungi lebih dari 1 juta orang per tahun. Continue reading

Anomali Jonru: Pelajaran dari Pembelokan Arah Pejuang Literasi

Oleh: Agus M. Irkham

Pegiat Literasi

Sumber: https://id-id.facebook.com/felix.kwetiau/photos/a.470427573063730.1073741828.470040796435741/573445856095234/

Sumber: id-id.facebook.com/felix.kwetiau

Ada berderet kejadian di ranah literasi yang berlangsung sepanjang 2014. Hal ini dimulai dari terpilihnya Indonesia sebagai guest of honour (tamu kehormatan) Frankfurt Book Fair tahun depan, penyelenggaraan Indonesia Book Fair yang diikuti pula oleh peserta dari luar negeri, perayaan Hari Aksara Internasional, hingga dibubarkannya lembaga non-struktural Dewan Buku Nasional.

Namun, dari banyak kejadian tersebut, terselip satu peristiwa yang membuat saya terusik untuk menuliskannya di kolom ini. Hal itu adalah perang kicau (twitwar) makna Jonru sebagai lema atau kata entri sampai berujung pada dilaporkannya Ahmad Sahal dan Rifan Herriyadi ke kepolisian oleh Jonru, karena dinilai telah mencemarkan nama baiknya.

Bumbu menjadi menu. Naga-naganya, kalimat itu yang paling bisa saya jadikan tali untuk mengikat gaduhnya suasana di media sosial, yang kemudian melebar ke dunia nyata tersebut. Jonru, yang sebelumnya menjadi pegiat budaya membaca dan menulis, yang identik dengan kedalaman dan kesunyian, bergeser menjadi aktivis media sosial yang lebih banyak menawarkan suasana hingar bingar tak berkesudahan. Continue reading