Hai mahasiswa tingkat akhir…
Sudah mulai sibuk dengan yang namanya proposal skripsi, kerangka-kerangka teori dan sebagainya nih pasti. Bahkan aku aja baru semester 5 udah disuruh dosen buat ngerjain tugas seputar proposal skripsi sampe Bab 3..huh!
Proposal dapat dikatakan sebagai rencana penelitian yang akan dilaksanakan. Karena baru berupa rencana maka proposal bisa diterima, diperbaiki, atau diganti. Sedangkan teknis sistematika proposal sendiri bisa berbeda antara satu kampus dengan kampus lainnya. Ada kampus yang menghendaki proposal penelitian memuat Bab I – III, ada juga kampus yang menghendaki sistematika proposal berbeda dengan sistematika skripsi/tesis sebenarnya (lebih ringkas).
Tapi umumnya, proposal penelitian harus memuat hal-hal pokok seperti latar belakang masalah, identifikasi masalah, rumusan masalah, penelitian rujukan, kerangka teoritis dan kerangka pemikiran, hipotesis (jika ada), metodologi berupa desain, sampel, waktu dan tempat, teknik pengumpulan dan analisis data.
Mengapa harus membuat proposal ?
Prof. Dr. Suharsimi Arikunto (2005:8) berpendapat seperti ini :
proposal penelitian merupakan sebuah rencana tertulis yang akan diikuti dengan kegiatan nyata. Proposal penelitian ini masih bersifat rancangan yang masih bisa berubah. Walaupun demikian, proposal atau usulan penelitian yang sudah mengandung isi sistematika peneltiian yang akan dilakukan sebagai cermin dari kualitas penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti (mahasiswa) bersangkutan”
Jadi..ketika seseorang sudah dapat menyusun proposal dengan baik..maka dapat dipastikan bahwa 50% penelitian sudah terselesaikan.
BEDA SIDANG PROPOSAL DENGAN SEMINAR PROPOSAL
Ada kampus yang menggunakan istilah sidang proposal dan ada yang menggunakan istilah seminar. Perbedaaannya adalah:
Pada setting Sidang. Umumnya dilakukan selama 45-90 menit. Mahasiwa biasanya berhadapan dengan 3 – 4 dosen (dua penguji dan dua pembimbing). Mahasiswa memaparkan proposal 10 – 15 menit. Pertanyaan setiap dosen penguji biasanya berkisar antara 10 – 15 menit. (hhhhhh…)
Pada Setting Seminar :
Pada setting seminar, mahasiswa yang akan mengajukan proposal dikumpulkan bersama-sama (6 – 10 orang). Setiap anggota seminar diperbolehkan bertanya. Dosen di sini ditempatkan sebagai moderator sekaligus penguji yang akan memberikan saran-saran perbaikan.
APA YANG AKAN DITANYAKAN PADA SAAT SIDANG/SEMINAR PROPOSAL
Ada beberapa poin masalah yang akan ditanyakan meliputi :
  1. Latar belakang masalah dan rumusan masalah
  2. Apakah permasalahan penelitian di dukung oleh teori (relevansi teori dengan masalah penelitian)
  3. Metodologi (sampel, objek, instrumen penelitian, teknik analisis)
  4. Pemaparan dan penguasaan materi proposal.
Bagian I
Pertanyaan yang biasanya diajukan :
  1. Alasan pemilihan judul ???
  2. Potret fenomena permasalahan yang berkembang dan apa pentingnya meneliti masalah ini ??
  3. dll…
Bagian 2
Karena penelitian ilmiah harus memuat kerangka teoritis, maka masalah relevansi teori dengan permasalahan yang diteliti akan mendapat perhatian.
Misal : penelitian tentang pengaruh kompensasi tehadap motivasi.
Paling tidak, teori yang dijadikan dasar antara lain teori motivasi, dilanjutkan dengan teori kompensasi, dan kerangka teori yang menjelaskan bahwa ada pengaruh antara kompensasi dan motivasi. Dapat dilengkapi juga dengan hasil penelitian sejenis.
Artinya, secara teoritis maupun bukti empiris menunjukkan permasalahan yang diajukan dalam penelitian secara teoritis telah terdukung. Karena didukung dengan teori, maka harus dijelaskan dengan lengkap pula kepustakaannya. Jangan sampai teori Mr. A tapi daftar pustakanya tidak sesuai. (hati-hati yang suka COPAS tanpa tau sumbernya dengan jelas…)
Bagian 3
Alamat perusahaannya/lembaganya/perpustakaannya dimana ?
Subjek penelitiannya siapa aja ??
Siapa yang dijadikan sampel dan jelaskan tentang alasan pemilihan teknik sampling ??
Jelaskan sumber data primer dan sekundernya ??
Sumber datanya darimana ??
Mengapa pake instrumen ini ??
Mengapa pake teknik analisis ini trus dapet rumusnya darimana ??
Pertanyaan-pertanyaan di atas kelihatannya sederhana tapi deteksi kebohongan dapat dilihat dari bagaimana mahasiswa menjelaskan pertanyaan yang diajukan tersebut.
Contoh berikut in memperlihatkan bagaimana kebohongan mengenai subjek penelitian dapat menyulitkan mahasiswa ketika ditanya
Penguji             : Alamat perpustakaannya dimana ??
Mahasiswa        : di JL. Bla.bla.bla (sambil membaca proposal)
Penguji             : kamu udah dateng kesana ?? (mulai menyelidik..)
Mahasiswa        : mmmm…udah pak…(agak grogi)
Penguji             : mereka bersedia dijadikan subjek penelitian ???
Mahasiswa        : kayaknya bersedia..(grodi dikit).
Penguji             : apa yang menyebabkan mereka bersedia dijadikan subjek penelitian ??
Mahasiswa        : ……..mmm
Penguji             : keuntungan buat mereka apa ??
Mahasiswa        : ……..mmm
Intinya..sekali berbohong, maka akan cape’ sendiri untuk terus-terusan merangkai kebohongan untuk menutupi kebohongan di awal.
Coba kalo mahasiswa-nya benar-benar melakukan survey pendahuluan, akan mudah sekali dijawab seperti ini :
Penguji             : apa yang menyebabkan mereka bersedia dijadikan subjek penelitian ??
Mahasiswa        : saya sudah berkonsultasi dengan Staff HRD bahwa mereka bersedia membantu
Penguji             : keuntungan buat mereka apa ??
Mahasiswa        : saya kira banyak…berhasilnya penelitian ini akan memberikan semacam
gambaran atau referensi yang berguna bagi pihak perusahaan untuk
merumuskan kebijakan di masa depan (terkait dengan masalah yang diteliti….)
Bagian 4
Ini dia yang paling penting. Penguasaan materi dan penampilan ketika memaparkan
Gaya meyakinkan, tata bahasa, dan penguasaan materi merupakan kunci keberhasilan. Hal ini dapat dilakukan dengan sukses melalui latihan. Jadi sebelum sidang proposal, latihan presentasi adalah penting.
  1. Latih presentasi 2 – 3 kali sekaligus durasi waktu yang dibutuhkan
  2. Siapkan catatan-catatan penting dari setiap lembar presentasi. Hal ini untuk mempermudah ketika harus menjelaskan slide paparan yang lebih banyak menggunakan simbol atau gambar
  3. Siapkan catatan penting mengenai istilah-istilah statistik.
  4. Minimalkan penggunaan kalimat-kalimat yang panjang pada Slide paparan. Slide lebih bagus hanya berisi poin-poin penting, simbol atau gambar. Penguasaan materi akan diakui ketika kita mampu menjelaskannya dengan baik
  5. Jangan ada jeda. Siapkan kalimat-kalimat yang tepat pada peralihan dari lembar slide 1 ke seterusnya.
  6. dst
Kesimpulan akhir :
Karena proposal masih dimungkinkan untuk berubah maka terimalah saran-saran konstruktif dari penguji. Namun sebelum menerima saran tentu saja mahasiswa paling tidak mempertahankan proposalnya terlebih dahulu melalui argumentasi logis.
Oke, sukses buat penelitian dan skripsinya! Semoga bermanfaat!
Advertisements