Perpustakaan digital

Pembangunan Perpustakaan Umum Raksasa Digital di Amerika

Oleh: Nurjanah

http://annida-online.com, 8 April 2011, www.fastcompany.com

sumber: http://annida-online.com

Belum lama, hakim federal di Manhattan membatalkan rencana Google untuk membuat perpustakaan digital raksasa. Sementara beberapa pihak menyayangkan keputusan tersebut, yang lain malah bersorak, di antaranya adalah sekelompok pustakawan akademik yang berpikir bahwa sebuah perpustakaan digital yang universal haruslah milik umum, bukan milik pribadi.

Pustakawan Akademik, yang dipimpin oleh Robert Darnton, direktur perpustakaan Harvard University, memposisikan diri mereka sebagai  penerus  visi Google dalam membuat perpustakaan digital besar, yang gagal ter-realisasi. Menurut mereka, proyek ini tidak boleh diremehkan.

“Tujuan pembangunan proyek ini bukan hanya akan mengoordinasikan proyek-proyek digital yang kini tengah berkembang dimana-mana. Tetapi juga akan membuat warisan budaya seluruh negara dapat diakses gratis oleh semua warga negara kita,” ujar Darnton waktu itu.

Baru-baru ini, Darnton juga menulis opininya di New York Times, menanggapi putusan hakim. “Hanya perpustakaan umum digital yang akan memberikan pembaca apa yang mereka butuhkan untuk menghadapi tantangan abad ke-21–koleksi besar yang dapat diakses gratis oleh siapa saja, di mana saja, dan kapan saja,” tulisnya.

Sebuah perpustakaan umum digital akan menghadapi banyak atau rintangan lebih dibandingkan perpustakaan pribadi digital. Diantaranya masalah hukum, dana, teknologi, dan politik. Pertanyaan selanjutnya adalah, mampukah Darnton dkk membuat blue print proyek tersebut dalam satu setengah tahun?

Selain itu, dikhawatirkan pula, perpustakaan umum digital tidak memiliki struktur formal kecuali sebuah komite pengarah. Sehingga ditakutkan akan jauh dari yang diharapkan. Dan apa yang akan dikatakan terhadap proyek ini jika salah satu anggotanya, pustakawan Stanford, Michael Keller, mengatakan kepada wartawan bahwa proyek ini merupakan proyek terlambat yang tidak mempunyai rencana taktis untuk memulainya.

Belum lagi anggapan bahwa dunia akademis terkenal lambat, sedangkan dunia bisnis terkenal cepat. Semangat “mengemudi” Darnton dkk sesama pendukung perpustakaan umum digital haruslah sama dengan semangat meraih keuntungan yang tertanam dalam pihak Google. Sangat luar biasa kalau mampu membuktikan ketidakbenaran perbedaan antara dunia bisnis dengan dunia akademis.

Laporan Chronicle of Higher Education pada pertemuan pustakawan baru-baru ini, yaitu konferensi Association of College and Research Libraries, menyatakan bahwa pimpinan konferensi dan direktur the American Library Association, juga mengangkat ide untuk terus memperjuangkan perpustakaan umum digital Amerika oleh Robert Darnton dkk. ini Namun mereka juga masih meragukan apakah rencana tersebut dapat ter-realisasikan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s