Kuliah

Rekod Elektronik dalam Kajian Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE)

Oleh: Muhammad Bahrudin

Ilmu Perpustakaan dan Informasi, UI

UU ITE
Rekod elektronik vs UU ITE | Sumber gambar: portal.cbn.net.id

Pendahuluan

Teknologi semakin berkembang pesat dan salah satu dampaknya adalah semakin mudahnya akses informasi dari berbagai sumber, baik digital maupun konvensional. Dampak ini tentunya bersifat positif bagi usaha pemenuhan kebutuhan informasi masyarakat secara keseluruhan yang semakin meningkat pula. Namun, bertentangan dengan hal tersebut dampak negatif juga muncul dengan adanya kemajuan teknologi ini karena berbagai faktor diantaranya kurangnya pemahaman masyarakat dalam pemanfaatan teknologi ini dengan baik dan benar.

Sejak munculnya teknologi komputer di dunia sekitar akhir abad ke-18, perkembangan akses maupun transaksi informasi melalui mesin mekanik semakin popular. Kemudian muncul jaringan internet yang semakin mempermudah transaksi tersebut secara virtual. Transaksi maupun kegiatan pengolahan data melalui komputer dan jaringan nirkabel tersebut menghasilkan data atau dokumen yang berbentuk digital. Bagi suatu instansi yang mengelola dokumen-dokumen dalam bentuk elektronik, pengelolaan terhadapnya sangatlah penting. Dokumen-dokumen inilah yang disebut sebagai rekod elektronik (electronic record)

Masalah dalam Pengelolaan Rekod Elektronik

Rekod elektronik merupakan rekod yang diciptakan, diolah dan didistribusikan menggunakan sarana elektronik, dan pemanfaatannya pun melalui media elektronik. Instansi yang menggunakan rekod elektronik ialah instansi yang melakukan aktifitasnya menggunakan komputer sehingga bentuk dokumen yang dimiliki sebagian besar berbentuk elektronik. Rekod elektronik sangat berguna untuk temu balik informasi, maka dari itu diperlukan sistem manajemen yang baik agar pemanfaatan rekod dapat maksimal dan juga dapat melestarikan dokumen tersebut. Rekod elektronik memiliki peran sangat penting dalam pemanfaatannya, sebagai sistem temu balik informasi. Rekod elektronik ini memberi banyak kemudahan untuk mendapatkan informasi yang relevan sesuai dengan informasi yang diperlukan. Transaksi informasi ini dimudahkan dengan jaringan internet yang semakin luas.

Namun, adakalanya dalam proses transaksi informasi melalui jaringan internet ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, dalam artian ada orang yang dengan sengaja melakukan, menyebarkan, mendistribusikan ataupun mentransmisikan informasi yang tidak selayaknya (tidak benar, menipu) kepada masyarakat sehingga merugikan. Bahkan ada juga orang-orang yang mencari keuntungan dengan cara menyebarkan informasi yang tidak selayaknya tersebut atau yang provokatif, seperti konten-konten pornografi, isu-isu SARA (suku, agama, ras) dan sebagainya.

Di Indonesia misalnya yang teraktual adalah kasus pengeroyokan suporter bola Persib oleh suporter Persija beberapa waktu lalu diduga kuat diprovokasi oleh seorang yang meng-update status melalui facebook tentang tindak pengeroyokan suporter bola. Karena tulisan itulah, masyarakat menjadi resah. Pengeroyokan tersebut mengakibatkanm tiga orang meninggal dunia dan lima lainnya luka-luka dan harus dirawat di rumah sakit. Orang yang meng-update status terkait berita pengeroyokan tersebut pun akhirnya dijadikan tersangka bersama enam orang tersangka lainnya. Dia dikenakan sanksi pelanggaran terhadap Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Dokumen elektronik saat ini memang masih kurang dalam hal manajemennya. Di Indonesia, saat ini masih terjadi standar ganda dalam pengelolaan dokumen elektronik dan kertas. Dokumen elektronik dianggap sama pengelolaannya dengan dokumen-dokumen dalam bentuk konvensional (kertas) padahal seharusnya membutuhkan penanganan yang lebih intensif terhadapnya. Hal ini tidak lain karena kerentanan dokumen elektronik dalam hal akses dan kompatibilitas seiring pesatnya perkembangan teknologi.

Implementasi UU ITE

Penyalahgunaan dokumen elektronik untuk hal-hal tidak bertanggung jawab di Indonesia memang sudah ada peraturan hukumnya yaitu UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (selanjutnya disebut UU ITE). Walaupun masih banyak kekurangan dan multi tafsir dalam undang-undang ini, tapi minimal sudah ada iktikad baik dari pemerintah untuk menjadikan dokumen elektronik sebagai aset yang harus diperhatikan dan dikelola dengan baik. Transaksi elektronik pun tidak boleh dilakukan dengan tujuan-tujuan yang merugikan orang atau pengguna lain seperti contoh di atas.

Dalam UU ITE ini dijelaskan dengan lengkap cakupan mengenai informaso elektronik, dokumen elektronik dan transaksi elektronik.

Informasi elektronik adalah satu atau sekumpulan data elektronik, termasuk tetapi tidak terbatas pada tulisan,suara, gambar, peta, rancangan, foto, electronic data interchange (EDI), surat elektronik (electronic mail), telegram, teleks, telecopy atau sejenisnya, huruf, tanda, angka, Kode Akses, simbol, atau perforasi yang telah diolah yang memiliki arti atau dapat dipahami oleh orang yang mampu memahaminya (Pasal 1 ayat 1 UU ITE).

Transaksi Elektronik adalah perbuatan hukum yang dilakukan dengan menggunakan komputer, jaringan komputer, dan/atau media elektronik lainnya (Pasal 1 ayat 3 UU ITE).

Namun banyak pula pro dan kontra terkait dengan UU ITE ini karena berbagai sebab seperti banyaknya pasal yang tidak detail, multi tafsir sampai pada pendapat bahwa UU ITE ini menghambat kebebasan pers yang telah lebih dulu diatur dalam UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers (UU Pers). Selain itu, ada juga yang berpendapat bahwa UU ITE terlalu dramatis dalam hal sanksi karena lebih berat daripada sanksi yang tercantum dalam KUHP dan UU Pers. UU ITE ini termasuk undang-undang yang bersifat generalis dan tidak adil jika memberikan hukuman yang lebih berat daripada KUHP dan UU Pers. Contoh kasusnya misalnya yang disebutkan dalam Bab 14 UU ITE. Penghinaan dan pencemaran nama baik diganjar dengan hukuman 6 tahun dan denda Rp 1 miliar. Sementara dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) hanya memberikan sanksi 4 tahun penjara. Terlebih lagi dalam Bab 14 UU ITE tersebut kurang detail dan substansinya tidak jelas karena tidak ada penjelasan mengenai kriteria pencemaran nama baik.

Kesimpulan

Secara umum dapat disimpulkan bahwa UU ITE ini menjadi cyberlaw-nya Indonesia karena memang muatan di dalamnya membahas mengenai pengaturan di dunia maya. Oleh karena itu, peran dan kedudukannya menjadi penting dalam mendukung duni bisnis via internet, dunia akademisi, dan juga citra Indonesia di mata internasional. Memang masih perlu banyak perbaikan dan penegasan dalam pasal-pasalnya, seperti pengaturan mengenai virus komputer, hacking, dan spamming dunia maya. Hal-hal kecil semacam itu juga perlu diperhatikan karena berkaitan erat dengan keamanan dan kenyamanan pengguna jaringan internet.

Terlepas dari fenomena itu, perhatian terhadap dokumen dan transaksi elektronik saat ini semakin meningkat. Hal ini menjadi indikator kemajuan dalam hal perkembangan sumber daya manusia yang semakin melek teknologi sekaligus bertanggung jawab terhadap produk teknologi tersebut (dalam hal ini rekod elektronik). Manajemen rekod elektronik pun sudah semakin meningkat seiring meningkatnya tuntutan kemudahan akses terhadap sumber-sumber informasi. Khususnya di instansi publik, pengelolaan dokumen elektronik masih terkendala karena penerapan UU Keterbukaan Informasi Publik belum secara maksimal.


Daftar referensi:

Ayuningtyas, R. (2009). UU ITE Tidak Adil, Substansi Tidak Jelas, Hukuman Tinggi. Diunduh dari http://nasional.kompas.com/read2009/02/12/ 12580152/uu.ite.tidak.adil.substansi.tidak.jelas.hukuman.tinggi

Ayuningtyas, R. (2009). UU ITE Sebabkan Mundur Demokrasi. Diunduh dari http://nasional.kompas.com/read/2009/02/12/14245469/uu.ite.sebabkan.mundur.demokrasi

Millar, L. (2009). Preserving Electronic Records. London: International Record Management Trust

Rachman, T. (2012). Ancaman UU ITE akan Disesuaikan dengan KUHP. Diunduh dari http://www.republika.co.id/berita/trendtek/telekomunikasi/12/04/24/m2zhxb-ancaman-pidana-uu-ite-akan-disesuaikan-dengan-kuhp

Wahono, R. S. (2008). Analisis UU ITE. Diunduh dari http://romisatriawahono.net/2008/04/24/analisa-uu-ite/

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s