Analisis Produk Informasi: Brosur Greenpeace Indonesia

Oleh: Muhammad Bahrudin

Ilmu Perpustakaan dan Informasi, UI

Tampilan site greenpeace.org
Tampilan site greenpeace.org

A. Profil Greenpeace

Greenpeace adalah sebuah organisasi yang memiliki perhatian khusus pada lingkungan. Greenpeace berdiri pada tahun 1971 yang dilatarbelakangi adanya upaya uji coba nuklir oleh Amerika di Amchitka, pulau kecil di Alaska yang menjadi tempat perlindungan terakhir 3000 berang-berang dan elang kepala botak. Organisasi ini dipelopori oleh aktivis lingkungan, mahasiswa dan pekerja sosial yang peduli pada keberlangsungan ekosistem lingkungan hijau planet ini.

Hingga saat ini, Greenpeace telah memiliki sekitar 2,8 juta pendukung di seluruh dunia, kantor regional di 41 negara dan kantor pusatnya di Amsterdam. Di kawasan Asia Tenggara, secara resmi Greenpeace membuka kantornya pada 1 Maret 2000. Di Indonesia sendiri, kantornya baru berdiri pada tahun 2006 meskipun kampanye lingkungan telah dilakukan sejak tahun 1994

B. Produk Informasi Greenpeace

Sebagai sebuah organisasi yang memiliki jaringan begitu luas di seluruh dunia, Greenpeace memiliki strategi dalam mempublikasikan kampanye-kampanye lingkungan yang dilakukan. Bentuk publikasi tersebut diantaranya melalui brosur, majalah, email (bagi donatur) dan website. Bentuk-bentuk publikasi tersebut merupakan suatu produk informasi yang memiliki peran penting bagi keberlanjutan Greenpeace. Selain sebagai media publikasi, produk informasi tersebut juga digunakan sebagai media untuk menggalang donasi.

Greenpeace menjadi suatu organisasi internasional yang sumber pendanaannya benar-benar independen. Mereka menghindari kepentingan politik dan komersial dalam setiap pendanaan kegiatannya. Oleh karena itu, donasi dari publik dan pendukung memiliki peran yang sangat penting. Untuk bisa menjangkau publik di seluruh dunia dalam rangka menggalang dukungan (moral dan finansial), Greenpeace memanfaatkan produk-produk informasi yang cukup efektif.Pada artikel ini, saya akan menganalisis salah satu produk informasi Greenpeace (khususnya Greenpeace Indonesia) yang menjadi media publikasi kepada masyarakat. Produk informasi tersebut berbentuk brosur.

C. Analisis Informasi dalam Brosur Greenpeace

Brosur yang saya dapatkan dari Greenpeace ini memiliki desain yang menarik, layout yang simpel dan elegan dengan warna dasar hijau muda. Ukuran brosur yaitu 60 x 20 cm (panjang x lebar) yang dicetak dengan kertas daur ulang dan tinta nabati. Berdasarkan ukuran tersebut, memungkinkan untuk diisi informasi yang cukup komprehensif dengan konten yang informatif sesuai dengan tujuan brosur tersebut yaitu media publikasi dan penggalangan donasi. Ukuran dan jenis huruf yang digunakan memudahkan pembaca dalam memahami isi brosur tersebut.

Informasi yang tercantum dalam brosur tersebut mencakup;

–          profil singkat Greenpeace,

–          kegiatan yang dilakukan Greenpeace,

–          panduan gaya hidup hijau Greenpeace disertai ilustrasi,

–          pendanaan Greenpeace,

–          informasi mengenai cara donasi publik untuk Greenpeace,

–          umpan balik Greenpeace bagi para donatur,

–          info kontak Greenpeace Indonesia, dan

–          testimoni dari beberapa tokoh pendukung Greenpeace.

Berdasarkan cakupan informasi tersebut, bisa dilihat bahwa fungsi brosur tersebut adalah selain sebagai media publikasi tetapi lebih ditekankan pula untuk menggalang donasi untuk Greenpeace. Sesuai fungsi tersebut, menurut saya informasi yang tercantum sudah komprehensif dan cukup persuasif dari segi pemaparan informasinya.

Selain fungsi tersebut di atas, secara eksplisit brosur ini juga menjadi media kampanye hijau oleh Greenpeace. Wujud kampanye tersebut ialah pada bagian panduan gaya hidup hijau. Informasi pada bagian ini mengajak masyarakat untuk mengaplikasikan gaya hidup hijau mulai dari lingkup terkecil yaitu keluarga dan rumah sendiri. Kampanye hijau tersebut dituangkan dalam bentuk 14 tips gaya hidup hijau yang bisa diterapkan oleh masyarakat.

Namun, kesan yang muncul dari informasi pada brosur tersebut memang lebih pada persuasifnya untuk menggalang donasi bagi Greenpeace. Di salah satu bagian brosur menerangkan mengenai independensi pendanaan Greenpeace, di bagian testimoni juga menyiratkan dukungan dari tokoh-tokoh terkenal Indonesia sebagai donatur Greenpeace dan kemudian berlanjut pada cara sederhana untuk menjadi donatur Greenpeace. Sepertinya memang dari Greenpeace sendiri ingin menekankan fungsi ini dalam brosur yang disebarkannya. Jadi, tegasnya brosur ini digunakan sebagai media mencari dana masyarakat dalam bentuk donasi. Akantetapi, dengan tetap menyantumkan informasi tentang kampanye panduan gaya hidup hijau, Greenpeace tidak kehilangan identitasnya dalam media publikasi tersebut

D. Analisis Sasaran Brosur Greenpeace

Laiknya suatu media publikasi, tentunya brosur Greenpeace ini juga memiliki sasaran (target). Sasaran utamanya memang luas yaitu bagi masyarakat Indonesia secara umum. Namun, dari segi penyebarannya brosur ini memang kurang bisa mencakup keseluruhan masyarakat Indonesia. Berkaitan dengan fungsi di atas, brosur Greenpeace ini memang memiliki segmentasi khusus karena juga mengharapkan dukungan dalam bentuk donasi.

Aktivis Greenpeace Indonesia sering mengadakan roadshow ke berbagai tempat di Indonesia dan mengunjungi pusat-pusat perbelanjaan, pusat-pusat keramaian kota, kampus-kampus dan tempat-tempat umum lainnya dalam rangka menggalang dukungan. Salah satu alat yang digunakan oleh mereka adalah brosur ini.

E. Analisis Brosur Greenpeace sebagai Media Publikasi Organisasi

Berdasarkan desain, layout, template dan konten brosur tersebut sudah merepresentasikan identitas Greenpeace secara sederhana tapi cukup informatif. Saya sebagai masyarakat awam cukup bisa memahami maksud dan tujuan yang disampaikan dalam brosur ini. Saya bisa mencerna informasi dalam brosur ini dengan mudah karena bahasa yang digunakan sederhana dan mudah dimengerti meskipun ada juga istilah-istilah yang masih asing. Namun itu diatasi dengan mennyantumkan penunjuk menuju alamat website untuk mendapatkan informasi lebih mengenai istilah tersebut.

Dari segi warna dasar brosur yang hijau muda, menjadi karakter tersendiri yang menunjukkan identitas Greenpeace secara tersirat. Warna hijau muda juga pilihan tepat dan menjadikan brosur tersebut menarik dan interaktif dalam diam. Kombinasi warna yang digunakan pun sangat harmonis yaitu putih dan biru muda. Warna-warna itu dari sisi psikologis memang menimbulkan rasa tertarik (persuasif), menenangkan dan bersahabat.

Penggunaan bahan kertas daur ulang juga menjadi nilai tersendiri yang ingin ditanamkan oleh Greenpeace sebagai salah satu kampanye hijaunya. Bahwa dengan menggunakan bahan-bahan hasil daur ulang pun bisa menghasilkan produk yang menarik dan usable. Selain kertas daur ulang, tinta yang digunakan untuk mencetak brosur ini juga adalah tinta alam (tinta nabati). Tinta ini dihasilkan dari alam dan tidak mengandung zat-zat berbahaya bagi lingkungan. Intinya, melalui brosur ini pun Greenpeace mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup hijau, untuk selalu mencintai lingkungan, menjaga dan melestarikannya. Untuk mengenal Greenpeace, brosur tersebut cukup representatif.

F. Kesimpulan

Secara umum, brosur Greenpeace sebagai salah satu produk informasi yang dimanfaatkan sebagai media publikasi, menggalang donasi dan media kampanye hijau sudah cukup representatif dan efektif. Greenpeace menuangkan identitas dan karakternya sebagai sebuah organisasi berwawasan lingkungan dalam brosur tersebut melalui desain, bahan brosur hingga tinta cetaknya. Informasi yang tercantum dalam brosur sangat informatif dan mudah dipahami oleh masyarakat secara umum.

Namun yang perlu menjadi catatan dan perlu perbaikan ke depannya adalah dari segi penyebaran informasi tersebut. Penyebaran informasi melalui brosur tersebut harus lebih luas lagi segmentasinya. Dalam hal ini strategi penyebaran informasi tersebut harus lebih efektif sehingga bisa menjangkau masyarakat luas karena jika dilihat dari segi isinya, brosur ini sangat penting diketahui oleh masyarakat luas karena menyangkut perilaku dan gaya hidup hijau serta mencintai lingkungan. Jadi, seharusnya tidak hanya terbatas untuk para calon donatur saja yang notabene berarti segmentasinya terbatas.

Sumber:

http://www.greenpeace.or.id

http://www.greenpeace.org

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s