Oleh: Muhammad Bahrudin

Pustakawan di Badan Standardisasi Nasional

library
Perlu adanya standar bangunan perpustakaan yang komprehensif | Sumber gambar: pfsk.com

Di Indonesia, kita kesulitan mencari standar yang secara spesifik diperuntukkan bagi bangunan/gedung perpustakaan. Padahal di dunia internasional telah dikenal ISO/TR 11219:2012, Information and documentation – Qualitative conditions and basic statistic for library buildings – Space, function and design. Standar ini memberikan panduan untuk menentukan perencanaan bangunan/gedung perpustakaan. Selain itu, juga memberikan panduan tentang pemilihan peralatan teknis untuk area fungsional yang berbeda di dalam perpustakaan yang akan dibangun.

Sebagai catatan, standar ini berlaku untuk semua jenis perpustakaan di semua negara, tetapi terutama untuk perpustakaan akademik/perguruan tinggi dan perpustakaan umum. Namun demikian, standar ini tidak termasuk rincian tentang peraturan nasional, regional atau lokal yang mungkin berlaku di Indonesia yang dapat mempengaruhi perencanaan bangunan perpustakaan.

Standar ini memberikan panduan untuk perencanaan bangunan perpustakaan dengan mengidentifikasi kebutuhan ruang dan peralatan teknis. Selain itu juga dapat mendukung pengambilan keputusan bagi pustakawan, arsitek dan lembaga pembiayaan dalam perecanaan bangunan/gedung perpustakaan.

Dalam rangka untuk merencanakan bangunan baru atau proses rekonstruksi, perpustakaan membutuhkan data handal yang dapat membantu  untuk menghitung kebutuhan ruang dan untuk menentukan peralatan teknis bangunan masing-masing untuk menyimpan koleksi, serta area pengguna yang memadai serta area kerja untuk operasional staf perpustakaan. Data tersebut, sejauh ini belum tersedia dalam standar yang ada di Indonesia.

Standar yang berupa laporan teknis ini meliputi data dan spesifikasi untuk semua jenis perpustakaan, tetapi terutama untuk perpustakaan akademik/perguruan tinggi dan umum. Topik utamanya adalah kebutuhan ruang untuk:

  • area pengguna/pemustaka (area pengguna, layanan referensi dan informasi, jasa pinjaman, pelatihan pengguna, area rekreasi dan komunikasi, area pertemuan dan pameran);
  • area penyimpanan koleksi (termasuk bahan non-buku);
  • operasional perpustakaan (pengolahan media, penjilidan, komputasi dan manajemen).

ISO 11219 ini juga mencakup aspek teknis seperti keamanan dan keselamatan sistem, pembebanan lantai, sistem transportasi, kondisi akustik, sistem pencahayaan dan kabel serta masalah konstruksi yang bebas hambatan dan berkelanjutan.

11219
Cover ISO/TR 11219:2012

Standar ini juga menyajikan gambaran masalah yang harus dipertimbangkan ketika merencanakan untuk merekonstruksi atau menata bangunan yang ada untuk menjadi perpustakaan dalam Lampiran A (Annex A). Selain itu, standar ini juga menyajikan daftar area dan ruang fungsional yang dapat digunakan sebagai pedoman ketika merencanakan alokasi ruang perpustakaan dan untuk memeriksa kelengkapan dari rencana alokasi ruang perpustakaan.

Saat ini ISO/TR 11219:2012 belum diadopsi menjadi SNI (Standar Nasional Indonesia), sehingga untuk mendapatkannya masih harus melalui webstore ISO pada tautan berikut:

http://www.iso.org/iso/home/store/catalogue_tc/catalogue_detail.htm?csnumber=50251

atau dapat juga melalui Perpustakaan BSN dengan menghubungi:

Perpustakaan BSN / Layanan Informasi Terpadu BSN

Gedung BPPT I, Jl. MH. Thamrin 08, Kebon Sirih, Jakarta Pusat 10340

Telepon: 021 – 3927422 Ext. 234, 235

Faksimile: 021 -3927527

Email: dokinfo@bsn.go.id

Bibliografi

ISO. (2012). ISO 11219:2012, Information and documentation – Qualitative conditions and basic statistic for library buildings – Space, function and design. Geneva: ISO

Advertisements