Literasi informasi, Standardisasi

Insiatif Satu Data BSN sebagai Solusi Integritas Tata Kelola Data SPK yang Berkelanjutan

Oleh: Muhammad Bahrudin

Pustakawan Badan Standardisasi Nasional

Big-Data
Di era big data sekarang ini, perlu adanya pengelolaan data yang terintegrasi  | Sumber gambar: tatakelola.co

Pendahuluan

Cita-cita Badan Standardisasi Nasional (BSN) menjadi lembaga berkelas dunia (world class institution) dapat tercapai salah satunya dengan melaksanakan suatu inisiatif yang sering dianggap sederhana tetapi sangat krusial yaitu pengelolaan data standardisasi dan penilaian kesesuaian (SPK) yang baik. Mengapa demikian? Ketersediaan sebuah inisiatif pengelolaan data SPK merupakan sebuah kebutuhan yang tidak bisa ditunda lagi. Hubungan antara data dan informasi SPK dengan pembangunan berkelanjutan di Indonesia adalah sebuah simbiosis mutualisme dan dapat dikatakan merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Hal tersebut dikarenakan saat ini berbagai kebijakan menyangkut pembangunan berkelanjutan, khususnya di bidang ekonomi, perdagangan, perindustrian, riset dan kesehatan diarahkan untuk harmonis dengan kebijakan standardisasi di bidang-bidang tersebut.

Faktanya, saat ini ketika membutuhkan suatu data terkait SPK, saya harus pergi ke berbagai unit kerja di BSN hingga mendapatkan data yang benar-benar dibutuhkan. Data tersebar dimana-mana tetapi karena membutuhkannya, saya tetap harus pergi ke segala tempat dengan segala inefisiensinya padahal saya notabene adalah pegawai BSN. Bagaimana dengan masyarakat umum yang juga membutuhkan data terkait SPK? Adakah solusi untuk permasalahan tersebut?

Data memang menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan kita. Tanpa data, tidak akan ada penelitian yang berkualitas, kebijakan yang baik dan bisnis yang layak. Capaian kinerja tahunan yang tidak memenuhi target bisa jadi merupakan salah satu masalah yang timbul jika kita tidak dapat mengakses dan menggunakan data dengan benar. Di lingkungan pemerintah, pengelolaan data yang baik atau penerapan prinsip-prinsip data yang terbuka dapat membantu dalam memecahkan tantangan pembangunan yang kompleks. Umumnya konsep data yang terbuka dikaitkan erat dengan upaya yang lebih besar untuk menciptakan pemerintahan yang lebih baik dan lebih terbuka, salah satunya ialah pemerintahan yang lebih transparan, akuntabel dan responsif terhadap warganya.

Dalam hal ini, keterbukaan data SPK dapat memacu inovasi dan pertumbuhan ekonomi. Dengan membuka dataset SPK yang dapat digunakan oleh publik, inovator dan stakeholder lainnya dapat membangun produk-produk berkualitas, dan sebagai imbalannya dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi bangsa. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh McKinsey Global Institute, data terbuka dapat membuka potensi nilai ekonomi sebesar 3-5 triliun dolar setiap tahun di Amerika Serikat pada 7 sektor yaitu pendidikan, transportasi, produk konsumen, tenaga listrik, gas dan minyak, pelayanan kesehatan, dan pembiayaan konsumen. Salah satu contohnya adalah aplikasi Citymapper. Aplikasi ini telah membantu London, New York dan wisatawan dari seluruh dunia menavigasi kompleksitas komuter di kedua kota ini. Citymapper adalah satu contoh perkawinan yang baik antara kumpulan data yang terbuka, kolaborasi dan inovasi yang pada akhirnya meningkatkan keterhubungan para penggunanya.


Artikel ini diikutsertakan dalam BSN Essay Competition 2017. Baca artikel selengkapnya di tautan berikut –> Researchgate: Insiatif Satu Data BSN sebagai Solusi Integritas Tata Kelola Data SPK yang Berkelanjutan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s